SehatQ
SehatQ Profile
|
|
|
Irbesartan kaplet adalah obat untuk mengatasi atau menurunkan tekanan darah

Irbesartan Kaplet 150 mg (5 Strip @ 10 Kaplet)


Harga Produk
Rp 141.750


Apotek Asyifa Cilangkap
Rp 141.750
Apotek Asyifa CilangkapKota Depok
30.25 km
logo-prescription
Obat ResepProduk ini hanya dapat dibeli melalui Chat Dokter berdasarkan gejala Anda.

Deskripsi

Irbesartan kaplet adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi, atau disebut juga hipertensi. Obat ini dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain untuk mengobati penyakit ginjal yang disebabkan diabetes pada pasien diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi.

Obat ini mengandung zat aktif irbesartan 150 mg. Irbesartan berada dalam kelas obat yang disebut antagonis reseptor angiotensin II. Obat ini bekerja dengan cara memblokir hormon angiotensin yang dapat mengencangkan pembuluh darah.

Pemblokiran zat tersebut akan membuat darah mengalir lebih lancar, sehingga jantung dapat memompa lebih efisien. Efeknya, tekanan darah pun akan menurun. Obat ini merupakan obat keras, sehingga untuk mendapatkannya menggunakan resep dokter.

< H2>Informasi zat aktif :

Irbesartan adalah obat golongan angiotensin receptor blocker (ARBs). Cara kerja obat ini adalah dengan merelaksasi pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih mudah.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, irbesartan diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorbsi di saluran cerna. Absorbsi dapat sedikit tertunda bila terdapat makanan.
  • Distribusi: Volume distribusi sekitar 53-93 L. Pengikatan protein plasma sekitar 96%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui empedu dan urine (sebagai obat dan metabolit yang tidak berubah); urine (sekitar 20%, <2% sebagai obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 11-15 jam.

< H2>Kategori kehamilan dan menyusui :

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di saat obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

< H2>Interaksi obat :

  • Lithium.
    Irbesartan dapat meningkatkan kadar lithium dalam darah, sehingga dapat menyebabkan keracunan.
  • Amilorid.
    Penggunaan bersama obat ini dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah.
  • Aspirin dan ibuprofen.
    Penggunaan bersama irbesartan dapat menyebabkan peningkatan risiko kerusakan ginjal.
  • Diuretik hemat kalium.
    Penggunaan bersama diuretik hemat kalium dapat menyebabkan risiko hiperkalemia atau peningkatan kadar kalium yang tinggi dalam tubuh.
  • Aliskiren.
    Penggunaan bersama aliskiren dapat menyebabkan risiko gangguan fungsi ginjal, tekanan darah rendah atau hipotensi, dan hiperkalemia.

< H2>Apa yang harus dilakukan jika dosis terlewat :

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

< H2>Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter :

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami:

  • Pingsan.
  • Gejala kadar kalium darah tinggi (seperti kelemahan otot, detak jantung lambat/tidak teratur.
  • Reaksi alergi yang serius, terutama ruam, gatal/bengkak (terutama pada wajah/lidah/tenggorokkan).
  • Pusing parah.
  • Kesulitan bernapas.

Indikasi (manfaat)

  • Membantu menjaga fungsi ginjal dari kerusakan akibat penyakit kencing manis (diabetes melitus).
  • Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Tekanan darah tinggi sebenarnya merupakan kondisi yang umum. Namun, jika kondisi ini tidak diatasi, dapat menyebabkan kerusakan pada otak, jantung, pembuluh darah, ginjal dan bagian tubuh lainnya. Kerusakan pada organ tersebut dapat menyebabkan penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Irbesartan akan membuat pembuluh darah lebih rileks. Dengan begitu, tekanan darah akan menurun, lalu ginjal pun dapat membuang air dan garam berlebih.

Komposisi

Irbesartan 150 mg.

Dosis

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter.

  • Hipertensi: 150 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis maksimal: 300 mg sebanyak 1 kali/hari.
  • Nefropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2: 150 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis maksimal: 300 mg sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Efek Samping

  • Muntah.
    Minumlah air yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti penurunan jumlah urine, serta urine berbau kuat dan berwarna gelap. Jika Anda mengalami muntah karena sakit perut, segera hubungi dokter.
  • Sakit kepala.
    Beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama penggunaan irbesartan. Jika sakit kepala bertahan lebih dari satu minggu atau semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Nyeri pada otot dan sendi.
    Jika Anda mengalami nyeri yang tidak biasa dan bukan disebabkan olahraga atau aktivitas berat, segera hubungi dokter Anda. Anda mungkin perlu tes darah untuk memeriksa penyebabnya.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Gangguan fungsi seksual.
  • Nyeri dada.
  • Ruam pada kulit.
  • Menggigil.
  • Keringat dingin.
  • Nyeri pada otot, ligamen, saraf, tendon dan sendi .
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah
  • Peningkatan kadar kalium dalam darah.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Rasa panas dan seperti terbakar pada dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu 20-25°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien penderita kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh.
  • Pasien diabetes melitus tipe 2.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi akibat penyempitan arteri yang membawa darah ke ginjal.
  • Pasien dengan penyempitan pada satu atau lebih arteri yang membawa darah menuju ginjal.
  • Pasien yang memiliki kadar kalium tinggi dalam darah.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita penyakit hati.
  • Pasien dengan kondisi gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien alergi terhadap irbesartan.
  • Pasien yang mengonsumsi obat aliskiren atau obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita gangguan ginjal dengan klirens kreatinin 60 ml/menit ke bawah.
SehatQ
Belum Ada UlasanJadilah yang pertama untuk mengulas produk ini.

Produk Terkait

FAQ

Membantu menjaga fungsi ginjal dari kerusakan akibat penyakit kencing manis (diabetes melitus). Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi). Tekanan darah tinggi sebenarnya merupakan kondisi yang umum. Namun, jika kondisi ini tidak diatasi, dapat menyebabkan kerusakan pada otak, jantung, pembuluh darah, ginjal dan bagian tubuh lainnya. Kerusakan pada organ tersebut dapat menyebabkan penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal. Irbesartan akan membuat pembuluh darah lebih rileks. Dengan begitu, tekanan darah akan menurun, lalu ginjal pun dapat membuang air dan garam berlebih.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk dokter. Hipertensi: 150 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis maksimal: 300 mg sebanyak 1 kali/hari. Nefropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2: 150 mg sebanyak 1 kali/hari. Dosis maksimal: 300 mg sebanyak 1 kali/hari.

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Muntah.Minumlah air yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti penurunan jumlah urine, serta urine berbau kuat dan berwarna gelap. Jika Anda mengalami muntah karena sakit perut, segera hubungi dokter. Sakit kepala.Beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama penggunaan irbesartan. Jika sakit kepala bertahan lebih dari satu minggu atau semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda. Nyeri pada otot dan sendi.Jika Anda mengalami nyeri yang tidak biasa dan bukan disebabkan olahraga atau aktivitas berat, segera hubungi dokter Anda. Anda mungkin perlu tes darah untuk memeriksa penyebabnya. Gangguan saluran pencernaan. Gangguan fungsi seksual. Nyeri dada. Ruam pada kulit. Menggigil. Keringat dingin. Nyeri pada otot, ligamen, saraf, tendon dan sendi . Penurunan kadar trombosit dalam darah Peningkatan kadar kalium dalam darah. Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia). Rasa panas dan seperti terbakar pada dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).

Nama Produk

Irbesartan Kaplet 150 mg (5 Strip @ 10 Kaplet)

Total

Rp 141.750